Sebelum tahun 2009, beberapa anak perantau dari Bona Pasogit bergabung di Punguan Naposo Bulung HKBP Tangerang Kota, yakni Horas Sihite, Nicky Matondang, Riston Tobing, Riko Siregar, Ismet Sitorus dan Harriman Panggabean dan beberapa lainya. Di punguan tersebut terjadi ketidak cocokan antara Naposo Perantau dengan Naposo yang sudah lahir di tangerang ini. Adanya miskomunikasi,bahkan naposo perantau merasa disisihkan. Dalam keadaan tersebut, naposo perantau merasa tidak nyaman di punguan Nhkbp kala itu.
Video N-Transeamus dan alumni
Klik untuk video :(Koor Naposo Transeamus beserta alumni)
Di akhir Januari 2009,Punguan Elshadai(Punguan koor Sintua, Ama dan Naposo) sedang berkumpul di rumah St.Daulat H. Sitorus. Beberapa dari Naposo Nhkbp juga bergabung di punguan Elshadai, yakni Ismet Sitorus, nicky Matondang dan beberapa lainnya serta Beigjen Tampubolon(bukan Naposo Nhkbp).Ketika itu, Para Naposo perantau yang ikut serta di punguan Elshadai membahas tentang ketidakcocokan mereka dengan punguannya sendiri, yakni kepada Naposo jemaat asli Hkbp Tangerang Kota. Dan mereka ingin membentuk punguan Naposo yang baru dengan tujuan untuk membentuk wadah pelayanan khusus Naposo Anak Perantau.
Tujuan di bentuknya Naposo baru kurang di setujui oleh beberapa Naposo Perantau tersebut, yakni Beigjen Tampubolon. Lalu mereka mengubah Tujuan tersebut untuk menjadi Wadah Pelayanan Naposo Perantau maupun naposo asli jemaat Hkbp Tangerang Kota. Lalu terbentuklah Naposo yang baru yang awalnya beranggotakan Naposo Perantau. .
Selanjutnya mereka berkumpul lalu latihan koor di rumah St. Daulat H. Sitorus serta membahas Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangganya. Dipertemuan pertama di hadiri oleh 40 orang naposo perantau.
Pada saat tersebut, Nama punguan juga di tentukan, Harriman Panggabean mengusulkan nama Naposo TRANSEAMUS yang artinya Masibeta-betaan(Saling mengajak) .Nama tersebut adalah nama organisasi paduan suara mereka di kampus dulu.
Di awal kepengurusan Naposo Transeamus di Ketuai oleh Horas Sihite, Bendahara Nicky Matondang dan Sekretaris Lela Siburian(akan di pastikan kembali). Penasehat Naposo Transeamus ada 3 orang, yakni Josua Siregar, St. Daulat H. Sitorus dan St. M. Hutajulu. Dan Pelatih koor Pertama adalah Harriman Panggabean.Dan anggota sebanyak 45 orang.
Satu bulan latihan koor, Naposo Transeamus menampilkan koor di ibadah umum sebagai penampilan pertama. Naposo Transeamus mendapat respon positif dari Sintua maupun jemaat gereja.Namun ada juga beberapa pihak yang kurang mendukung Naposo Transeamus yakni Naposo Bulung Hkbp Tangerang Kota.
Seiring berjalannya waktu,kegiatan naposo Transeamus berjalan dengan baik. Kegiatan rutin mereka adalah latihan koor di malam minggu, Futsal, Berenang, Badminton, gotong royong di gereja,Natal Naposo Transeamus, Kunjungan gereja dan sebagainya. Pelatih koor Transeamus pun bertambah menjadi 3 orang, yakni Harriman Panggabean, Beigjen Tampubolon dan Josua Siregar. Adapun kegiatan kondisional adalah mengunjungi orangtua, nongkrong sehabis latihan koor, setiap bulan makan bersama dengan menu indomie,karaokean dan lain sebagainya. Titik kumpul mereka di Roti Bakar dekat pintu masuk Puspem,Kost Fery Manalu di Tanah Tinggi, dan sebagainya. Kegiatan tersebut terlaksana guna mempererat tali persaudaraan sekaligus untuk mengenal lebih dalam sesama naposo Transeamus.Mereka juga sepakat bahwa Naposo Transeamus berulang tahun di tanggal 31 Maret setiap tahunnya.
Di samping kekompakan Naposo Transeamus, banyak pihak yang kurang berkenan ke naposo Transeamus baik dari Pihak Sintua,jemaat,dan Nhkbp. Di gereja Naposo Transeamus seperti di anaktirikan. Tempat latihan bahkan kegiatan sering tidak mendapatkan tempat di gereja. Tetapi kebersamaan dan semangat mereka saling menguatkan. Mereka latihan dan kumpul di rumah Ismet Sitorus.
Melihat kondisi Naposo Transeamus yang semakin hari semakin berkembang,Timbo selaku ketua Naposo Nhkbp mengajak Beigjen Tampubolon beserta beberapa anggota Transeamus berkumpul untuk membahas tentang Punguan Naposo Transeamus.Timbo bermaksud untuk menggabungkan Nhkbp dengan Naposo Transeamus. Namun hal itu tidak di setujui oleh Naposo Transeamus dengan berbagai pertimbangan.setelah pembahasan panjang, kedua punguan naposo sepakat membentuk Suatu wadah pelayanan dimana di beberapa kegiatan Nhkbp dengan naposo Transeamus bisa bergabung, namanya Seksi Pemuda.Peran Seksi Pemuda adalah untuk mengorganisir Naposo Nhkbp dan Naposo Transeamus.
Setelah itu Punguan Nhkbp dan punguan Naposo Transeamus menjalankan punguan masing-masing Hingga saat ini. Seksi pemuda menaungi kedua punguan tersebut. Adapun ketua Naposo Transeamus semenjak terbentuk hingga saat ini adalah Horas Sihite, Sri Pardosi, Poltak Tambunan, Loly Suparman Pangaribuan dan Kurnia Hatta Simamora. Di tahun ini,Naposo Transeamus akan berumur 12 tahun.
Tangerang, Januari 2020
Alumni & BPH Naposo Transeamus

No comments:
Post a Comment