BENCIMU
Manusia memang tidak ada yang sempurna dan tidak
akan mungkin sempurna, tapi kenapa kamu tidak pernah berusaha menuju
kesempurnaan itu. Sayang memang sayang kamu telah menggores kesempurnaan itu.
Kenapa kamu yang dulunya karya sekarang sampah
busuk yang akan dibuang, dikubur atau di
bakar. Tidakkah ada tersirat di pikiranmu yang akan mendaur ulang sampah itu?.
Aku heran, sungguh! Dari sekian banyaknya suara yang terucap dari
bibir mu tidak terdengar olehku suara tobat, menyesalpun tidak. Mungkin hati
dan otakmu telah mengeras dan terbuat
dari batu.
Kini banyak orang yang berpaling darimu bahkan
membelakangimu, sekali lagi aku heran, kenapa kamu betah tinggal bersama
sampah-sampah itu?
Sekarang aku juga membencimu. Terputus sudah tali
persahabatan yang menghubungkan kebersamaan kita. Pergilah… pergi terserah apa
maumu dan jangan datang kembali bersama hati dan pikiranmu itu.
I HATE YOU
“REALLY”
No comments:
Post a Comment