PARHOLONG: BENCIMU

BENCIMU


BENCIMU

Manusia memang tidak ada yang sempurna dan tidak akan mungkin sempurna, tapi kenapa kamu tidak pernah berusaha menuju kesempurnaan itu. Sayang memang sayang kamu telah menggores kesempurnaan itu.
Kenapa kamu yang dulunya karya sekarang sampah busuk yang akan dibuang, dikubur  atau di bakar. Tidakkah ada tersirat di pikiranmu yang akan mendaur ulang sampah  itu?.
Aku heran, sungguh! Dari  sekian banyaknya suara yang terucap dari bibir mu tidak terdengar olehku suara tobat, menyesalpun tidak. Mungkin hati dan  otakmu telah mengeras dan terbuat dari batu.
Kini banyak orang yang berpaling darimu bahkan membelakangimu, sekali lagi aku heran, kenapa kamu betah tinggal bersama sampah-sampah itu?
Sekarang aku juga membencimu. Terputus sudah tali persahabatan yang menghubungkan kebersamaan kita. Pergilah… pergi terserah apa maumu dan jangan datang kembali bersama hati dan pikiranmu itu.

       
                                                           I  HATE  YOU  “REALLY”

No comments:

Post a Comment

Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...