PARHOLONG: Hal Berbohong sesuai Alkitab

Hal Berbohong sesuai Alkitab

Alkitab dengan sangat jelas dan konsisten mengutuk tindakan berbohong atau berdusta. Ini dianggap sebagai dosa dan sesuatu yang tidak menyenangkan Tuhan. Berikut adalah beberapa hal penting mengenai berbohong dalam ayat Alkitab:

1. Tuhan Membenci Kebohongan:

 * Amsal 12:22: "Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya."

 * Mazmur 5:6: "Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu."

 * Amsal 6:16-19: Daftar "enam hal ini yang dibenci TUHAN, bahkan tujuh hal yang menjadi kekejian bagi hati-Nya", salah satunya adalah "lidah dusta".

2. Kebohongan Berasal dari Iblis:

 * Yohanes 8:44: "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendak sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Ayat ini dengan tegas menyebut Iblis sebagai sumber segala kebohongan.

3. Kejujuran adalah Kehendak Tuhan dan Bagian dari Karakter Kristiani:

 * Imamat 19:11: "Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya." Ini adalah salah satu perintah dasar dalam Taurat.

 * Efesus 4:25: "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota." Ini mendorong umat Kristen untuk hidup dalam kebenaran.

 * Kolose 3:9: "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya." Ini menunjukkan bahwa kejujuran adalah tanda kehidupan baru dalam Kristus.

 * Matius 5:37: "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat." Yesus sendiri menekankan pentingnya berkata jujur dan lugas.

4. Konsekuensi Kebohongan:

 * Wahyu 21:8: Menyebutkan bahwa "semua pendusta akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang".

 * Kisah Ananias dan Safira dalam Kisah Para Rasul 5:1-11 adalah contoh serius bagaimana kebohongan kepada Roh Kudus dapat membawa hukuman langsung.

5. Tidak Ada "Bohong Demi Kebaikan" dalam Pandangan Alkitab:

Meskipun ada perdebatan tentang situasi tertentu dalam Alkitab (misalnya, bidan Sifra dan Puah yang berbohong kepada Firaun untuk menyelamatkan bayi Israel), secara umum, Alkitab tidak membenarkan "bohong demi kebaikan." Kebenaran adalah kebenaran, dan kebohongan adalah kebohongan, tanpa memandang niat. Tuhan adalah kebenaran, dan Dia menginginkan kejujuran mutlak dari umat-Nya.

Kesimpulan:

Secara keseluruhan, Alkitab dengan tegas mengutuk segala bentuk kebohongan. Kejujuran adalah nilai fundamental yang ditekankan berulang kali, karena Tuhan sendiri adalah kebenaran dan membenci dusta. Kebohongan merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama, dan memiliki konsekuensi yang serius. Umat percaya dipanggil untuk hidup dalam kebenaran sebagai cerminan karakter Kristus.

No comments:

Post a Comment

Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...