PARHOLONG: BRAINROT

BRAINROT

"Brainrot" adalah istilah slang atau bahasa gaul internet yang sangat populer, terutama di media sosial, dan bahkan terpilih sebagai Oxford Word of the Year 2024.

Secara harfiah, brainrot berarti "pembusukan otak," namun maknanya dalam konteks digital merujuk pada beberapa hal:

1. Penurunan Kemampuan Kognitif Akibat Konten Digital

Ini adalah makna yang paling umum. Brainrot menggambarkan kondisi penurunan kemampuan berpikir, berkonsentrasi, atau memori seseorang yang diduga terjadi karena:

 * Konsumsi konten online yang berlebihan, terutama konten yang dianggap "receh," tidak bermutu, absurd, atau hanya untuk kesenangan instan (seperti meme tak masuk akal, video singkat tanpa henti, atau thread yang tidak berfaedah).

 * Kecanduan pada stimulasi cepat (dopamin instan) dari media sosial, yang membuat otak kesulitan fokus pada tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran mendalam atau durasi panjang (seperti membaca buku atau memecahkan masalah kompleks).

2. Obsesi Berlebihan

Brainrot juga dapat merujuk pada kondisi ketika seseorang terlalu terobsesi pada suatu hal spesifik (seperti karakter fiksi, selebriti, fandom, atau genre konten tertentu) hingga hal tersebut mendominasi pikiran dan percakapan mereka, sering kali membuatnya "keluar dari kenyataan" atau tidak nyambung dengan orang lain yang tidak tahu tentang obsesi tersebut.

3. Bahasa Gaul dan Tren Absurd

Dalam konteks yang lebih spesifik, "brainrot" juga merujuk pada bahasa gaul (slang) atau tren internet yang absurd, nonsens, dan hanya dimengerti oleh kalangan tertentu (terutama Gen Z dan Gen Alpha) yang sangat aktif di dunia maya.

Contoh Slang Brainrot:

 * Skibidi (merujuk ke Skibidi Toilet)

 * Rizz (kependekan dari karisma)

 * Gyatt (merujuk ke bentuk tubuh)

 * Fanum Tax (mencuri makanan orang lain)

Singkatnya:

Brainrot digunakan sebagai istilah santai dan sarkastik untuk mengakui atau menunjukkan bahwa seseorang atau suatu hal telah terlalu banyak terpapar atau terobsesi dengan budaya internet dan konten digital yang dangkal, yang secara implisit dianggap dapat "merusak" kemampuan berpikir kritis.


No comments:

Post a Comment

Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...