PARHOLONG: PENYEBAB TESTIS KECIL SEBELAH - TESTIS TIDAK SAMA UKURANNYA

PENYEBAB TESTIS KECIL SEBELAH - TESTIS TIDAK SAMA UKURANNYA

 Mengecilnya salah satu testis bisa disebabkan oleh beberapa kondisi. Penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, terutama jika disertai rasa sakit, benjolan, atau perubahan lainnya. Berikut beberapa kemungkinan penyebab testis kecil sebelah:

Kondisi yang Umum dan Biasanya Tidak Berbahaya:

 * Variasi Anatomis Normal: Pada banyak pria, ukuran testis memang tidak persis sama. Perbedaan kecil dalam ukuran biasanya normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

 * Varikokel: Ini adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum, mirip dengan varises di kaki. Varikokel lebih sering terjadi di testis kiri dan dapat menyebabkan testis yang terkena terasa lebih kecil karena gangguan aliran darah dan peningkatan suhu. Varikokel umumnya tidak berbahaya tetapi dapat memengaruhi kesuburan pada beberapa pria.

Kondisi Lain yang Perlu Diperhatikan:

 * Spermatokel: Kista berisi cairan yang terbentuk di epididimis (saluran di belakang testis tempat sperma matang). Spermatokel biasanya tidak nyeri, tetapi jika cukup besar, dapat membuat testis yang terkena tampak berbeda ukurannya.

 * Hidrokel: Penumpukan cairan di sekitar testis. Ini bisa membuat skrotum tampak lebih besar, tetapi testis di dalamnya mungkin terasa lebih kecil saat diraba.

 * Atrofi Testis: Penyusutan testis. Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

   * Usia: Ukuran testis dapat berkurang seiring bertambahnya usia.

   * Infeksi: Infeksi pada testis (orkitis) atau epididimis (epididimitis) dapat menyebabkan peradangan dan kemudian penyusutan testis. Mumps adalah salah satu virus yang dapat menyebabkan orkitis.

   * Torsio Testis: Kondisi darurat medis di mana testis terpuntir, memutus aliran darah. Jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan dan penyusutan testis. Ini biasanya disertai nyeri hebat yang tiba-tiba.

   * Trauma: Cedera pada testis dapat menyebabkan penyusutan.

   * Terapi Hormon: Penggunaan testosteron eksogen (terapi penggantian testosteron atau steroid anabolik) dapat menekan produksi testosteron alami tubuh, yang dapat menyebabkan penyusutan testis.

   * Penyakit Tertentu: Beberapa penyakit seperti diabetes atau penyakit autoimun dapat memengaruhi ukuran testis.

 * Kriptorkismus: Kondisi di mana salah satu atau kedua testis tidak turun ke dalam skrotum saat lahir. Jika tidak ditangani, testis yang tidak turun bisa lebih kecil dan berisiko lebih tinggi terkena masalah di kemudian hari.

 * Tumor Testis: Meskipun jarang menjadi penyebab testis mengecil, tumor testis terkadang bisa menyebabkan perubahan ukuran atau bentuk testis. Biasanya, tumor testis lebih sering menyebabkan pembesaran atau benjolan, tetapi perubahan ukuran tetap perlu diwaspadai.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa hal berikut:

 * Perbedaan ukuran testis yang signifikan dan terjadi tiba-tiba.

 * Testis terasa nyeri, sakit, atau tidak nyaman.

 * Ada benjolan atau pembengkakan pada skrotum.

 * Perubahan tekstur testis.

 * Rasa berat atau tidak nyaman pada skrotum.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti USG skrotum untuk menentukan penyebab testis kecil sebelah dan memberikan penanganan yang tepat.

No comments:

Post a Comment

Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...