PARHOLONG: March 2025

PENGERTIAN PERTEK SELESAI

 "Pertek selesai" merujuk pada selesainya proses pertimbangan teknis (pertek) dalam penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Berikut adalah poin-poin penting terkait hal ini:

 * Proses Penetapan NIP:

   * Pertek merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penetapan NIP CPNS dan PPPK.

   * Setelah pertek selesai, tahapan selanjutnya adalah penerbitan Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

 * Update Progres:

   * Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara berkala merilis update progres penetapan NIP, termasuk jumlah pertek yang telah selesai.

   * Informasi ini dapat diakses melalui portal Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) dan aplikasi Mobile Layanan ASN (MOLA) BKN.

 * Pentingnya Pertek:

   * Pertek memastikan bahwa data dan dokumen yang diajukan oleh calon pegawai telah sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

   * Selesainya pertek menandakan bahwa proses administrasi telah berjalan lancar dan calon pegawai siap untuk diangkat menjadi ASN.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru, disarankan untuk mengunjungi situs web resmi BKN atau mengikuti pengumuman dari instansi terkait.

Beberapa nasihat untuk orang yang sering berutang


Evaluasi Kebiasaan Belanja:

   * Identifikasi pengeluaran yang tidak perlu.

   * Buat anggaran bulanan dan patuhi.

   * Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.


 Prioritaskan Pembayaran Utang:

   * Buat daftar semua utang dan jumlahnya.

   * Fokus pada pembayaran utang dengan bunga tertinggi terlebih dahulu.

   * Sisihkan sebagian pendapatan untuk membayar utang secara konsisten.


 Cari Tambahan Penghasilan:

   * Pertimbangkan pekerjaan sampingan atau usaha kecil.

   * Manfaatkan keterampilan yang Anda miliki untuk mendapatkan penghasilan tambahan.


 Hindari Utang Baru:

   * Jangan berutang untuk menutupi utang yang sudah ada.

   * Gunakan uang tunai atau kartu debit untuk menghindari utang kartu kredit.

   * Berhati-hatilah dengan pinjaman online, karena banyak pinjaman online yang memiliki bunga sangat tinggi.


 Komunikasikan dengan Pemberi Utang:

   * Jika Anda kesulitan membayar, bicarakan dengan pemberi utang.

   * Cari solusi seperti restrukturisasi utang atau rencana pembayaran yang lebih ringan.


 Belajar Mengelola Keuangan:

   * Baca buku atau artikel tentang manajemen keuangan.

   * Ikuti seminar atau pelatihan keuangan jika memungkinkan.

   * Manfaatkan aplikasi atau alat bantu keuangan untuk melacak pengeluaran dan pendapatan.


 Introspeksi Diri:

   * Cari tahu alasan mengapa Anda sering berutang.

   * Atasi masalah emosional atau psikologis yang mungkin mendasari kebiasaan berutang.

   * Ingatlah bahwa berutang adalah hal yang tidak disukai dalam agama.


 Hidup Sederhana:

   * Utamakan hidup sesuai dengan kemampuan.

   * Jangan terlalu mengikuti gaya hidup orang lain.

   * Dengan hidup sederhana, hutang bisa dihindari.

 * Pikirkan Dampak Jangka Panjang:

   * Utang dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan pribadi.

   * Utang yang menumpuk dapat menghambat pencapaian tujuan keuangan jangka panjang.

   * Utang yang tidak dibayar akan terbawa sampai mati.


Semoga nasihat ini bermanfaat!

Kafein dan Tekanan Darah

Kafein memang dapat memicu kenaikan tekanan darah, tetapi efeknya berbeda-beda pada setiap orang. 

Berikut penjelasannya:

Bagaimana Kafein Memengaruhi Tekanan Darah?

 * Stimulasi Sistem Saraf: Kafein merangsang sistem saraf, yang dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah.

 * Peningkatan Adrenalin: Kafein juga memicu pelepasan adrenalin, hormon yang dapat meningkatkan tekanan darah.

 * Blokade Adenosin: Kafein menghambat adenosin, zat kimia yang berfungsi melebarkan pembuluh darah. Ketika adenosin diblokir, pembuluh darah bisa menyempit, sehingga tekanan darah naik.

Seberapa Besar Peningkatan Tekanan Darah Akibat Kafein?

 * Peningkatan tekanan darah akibat kafein biasanya bersifat sementara, berlangsung selama beberapa jam.

 * Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung pada sensitivitas individu terhadap kafein, dosis yang dikonsumsi, dan kebiasaan konsumsi kafein.

 * Orang yang jarang mengonsumsi kafein mungkin mengalami peningkatan tekanan darah yang lebih signifikan dibandingkan orang yang terbiasa mengonsumsi kafein.

Siapa yang Perlu Waspada?

 * Orang dengan hipertensi atau kondisi jantung lainnya sebaiknya membatasi asupan kafein.

 * Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin mengalami gejala seperti jantung berdebar, gelisah, atau sakit kepala setelah mengonsumsi kafein.

 * Jika seseorang memiliki tekanan darah yang tidak stabil, maka harus berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan jumlah kafein yang aman untuk dikonsumsi.

Tips Mengonsumsi Kafein dengan Aman:

 * Batasi asupan kafein harian Anda.

 * Perhatikan reaksi tubuh Anda terhadap kafein.

 * Hindari mengonsumsi kafein sebelum tidur.

 * Pilih minuman berkafein yang lebih sehat, seperti teh hijau atau kopi hitam tanpa gula.

 * Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek kafein pada tekanan darah Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat.

Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...