PARHOLONG: 2020

Jembatan Kaca Berendeng

 

Jembata Kaca tangerang atau jembatan berengdeng ini merupakan nama yang di ambil dari lokasi yang merupakan penghubung dari dua wilayah yaitu Benteng Makassar dan Gerendeng. Jembatannya yang unik dan cantik dihiasi dengan ukiran berwarna merah, kuning dan biru pada kulit jembatan menjadikannya sebagai ciri khas jembatan membuat perhatian masyarakat untuk berkunjung.

Jembatan kaca ini merupakan flying deck yang dapat di gunakan oleh pengunjung yang ingin berfoto ria di atas lapisan kaca transparan yang memperhatikan pesona sungai cisadane dari atas.

            Tidak hanya diam menikmati indahnya suasana sungai dari pagi hingga sore hari. Sekitar jembatan kaca ini juga terdapat beberapa jenis dari jajanan pasar yang dijajakan oleh penjual kepada pengunjung yang sedang menikmati pemandangan di tempat ini. Manjakan lidah sambil berfoto di sekitar Jembatan Kaca Tangerang dapat di jadikan pilihan untuk menghabiskan hari di tempat ini.

Lokasi dari jembatan kaca berada di pusat kota dan mudah untuk di jangkau oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana pagi hingga sore hari di atas jembatan. Lokasi yang strategis sangat mudah untuk di jangkau oleh pengunjung.

            Saat hari libur nasional dan weekend jembatan ini digunakan untuk car free day.

Perbedaan Good Morning, Good Afternoon, Good Evening Dan Good Night


1.    Say "Good Morning" if  meet someone at between 00.00 - 12.00
Ucapkan "Selamat Pagi" jika  bertemu seseorang antara jam 00.00 sampai jam 12.00.
Misalnya bertemu dengan guru pada jam 07.00 pagi, maka ucapkanlah: 
Good morning, teacher.
(Selamat pagi, guru.)

 

2.    Say "Good Afternoon" if meet someone at between 12.00 - 18.00
Ucapkan "Selamat Siang atau Selamat Sore" jika bertemu seseorang antara jam 12.00 siang sampai jam 18.00 sore.
Misalnya bertemu dengan Ibu.Yuli pada jam 14.00 atau jam 2 siang, maka ucapkanlah:
Good afternoon, Mrs.Yuli.
(Selamat siang, Ibu Yuli.)

 

3.    Say "Good Evening" if meet someone at between 18.00 - 24.00
Ucapkan "Selamat Malam" jika bertemu seseorang antara jam 18.00 sampai jam 24.00.
Misalnya bertemu dengan Bapak Iskandar pada jam 19.00 atau jam 7 malam, maka ucapkanlah:
Good evening, Mr.Iskandar.
(Selamat malam, Bapak Iskandar.)

 

4.    Say "Good Night" when leave someone in the evening or before going to bed.
Ucapkan "Selamat Malam/Selamat tidur" ketika akan meninggalkan seseorang pada malam hari atau salam sebelum tidur.
Misalnya:
- Meninggalkan seorang teman  pada jam 21.00:
  Good night, friend. (Selamat malam, teman.)
- Sebelum tidur mengucapkan salam kepada ibu:
  Good night, mom. Have a nice dream.
  (Selamat tidur, Ibu. Semoga mimpi indah)

 

5.    Penggunaan Good Day/Good Noon (Selamat Siang)
Waktu siang hari berlangsung antara pukul 11:00 – 14:00, waktu di mana matahari berada di tengah – tengah langit.
Sehingga, antara waktu tersebut penggunaan greetings yang tepat adalah good day atau good noon.

Lirik Lagu Indonesia Jaya Ciptaan Liliana Tanoesoedibjo

Parholong.com - Memperingati Hari Kemerdekaan RI, lagu-lagu bertemakan kecintaan Tanah Air maupun patriotisme kembali diperdengarkan. Salah satunya adalah lagu berjudul Indonesia Jaya ciptaan Liliana Tanoesoedibjo.

Lirik lagu yang diciptakan oleh Liliana tersebut pun memiliki pesan yang dalam untuk kemajuan Indonesia, seperti "Jayalah negeriku, bangkitlah bangsaku. serta angkatlah panjimu, satukan mimpimu. Yang tak akan padam mencapai cita, adil dan makmur Indonesia".

Liliana menggambarkan betapa besar rasa cintanya terhadap Indonesia. Ia berharap semua orang yang mendengar lagu ciptaannya ini termotivasi untuk membangun negara Indonesia menjadi lebih besar dan makmur.


Judul : Indonesia Jaya

Cipt : Liliana Tanoesoedibjo



Indonesia tanah kelahiranku

Nan indah permai kebanggaanku

Disini ku berdiri ikrarkan janji

Olehmu negeriku suci nan abadi


Negeriku jayalah bangsaku slalu

Engkaulah yang ku cinta

Segenggam harapan sejuta mimpi

Ingin ku abdikan padamu negeriku

Adil makmur untuk mu indonesia


Jayalah negeriku bangkitlah bangsaku

Angkatlah panjimu satukan mimpimu

Yang tak akan padam menggapai cita

Adil dan makmur sejahtera indonesia


# 2x

Jayalah negeriku Bangkitlah bangsaku

Angkatlah panjimu Satukan mimpimu

Yang tak akan padam Menggapai cita

Adil dan makmur Sejahtera indonesia



PERBEDAAN MENGAJAR, MENDIDIK, MEMBIMBING, DAN MELATIH

Foto oleh Agung Pandit Wiguna dari Pexels
Foto oleh Agung Pandit Wiguna dari Pexels
 

Pengertian Mengajar, Mendidik,  Membimbing, Dan Melatih

Sobat Parholong.com, mungkin anda bingung mengenai perbedaan Mengajar, Mendidik,  Membimbing, dan Melatih. Disini saya akan menjelaskan sedikit perbedaannya.

Apa sih pengertian mendidik? Apakah sama mendidik dengan mengajar? Lalu bagaimana dengan melatih dan membimbing? Mungkin perbedaan keempat kata tersebut (yang mana sangat erat dengan dunia guru, dunia pendidikan) agak kabur dan kurang jelas. Drs. Suparlan, M.Pd. dalam bukunya yang bertajuk Menjadi Guru Efektif telah mendaftar perbedaan-perbedaan antara mendidik, membimbing dan melatih serta mengajar. Berikut perbedaan keempatnya menurut beliau:

1.    Mengajar

Mengajar: Jika ditinjau dari segi isi, maka mengajar berupa bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dan metode yang dapat digunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri.

 

2.    Mendidik

Mendidik: Dari segi isi, mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan.

3.    Membimbing

Membimbing: Jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.

4.    Melatih

Melatih: Melatih bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.

Demikian penjelasan tentang perbedaan mengajar, mendidik, membimbing, dan melatih semoga bermanfaat buat sobat Parholong sekalian.

 

Contoh Kalimat Simple Present Tense yaitu Positif, Negatif, Interogatif

 1. (+) Contoh Kalimat Simple Present Tense POSITIF

Ada 20 contoh kalimat positif Simple Present Tense. Dari sekian banyak contoh, bisakah kamu menyebutkan mana kalimat yang berisi kata kerja alias Verbal, dan mana yang tak ada kata kerjanya alias NonVerbal? Kalimat verbal: ada kata kerjanya, Kalimat non verbal: tanpa kata kerja. 

1.      They go to the beach on weekend.

2.      They enjoy the sunset.

3.      We like to make a big sand castle.

4.      read one book every month.

5.      You tell a fairy tale before sleeping.

6.      Anita goes to Kusamba Market at 5 a.m.

7.      She always enjoys her trip to that market.

8.      Harry reads a newspaper before working.

9.      This magazine tells me how to be creative.

10.  My dog likes to play after eating.

11.  They are nice and beautiful.

12.  My sisters are very helpful.

13.  We are interested in the history of this ancient city.

14.  am happy with you.

15.  am excited about the trip.

16.  You are eager to learn English.

17.  She is very patient and intelligent.

18.  He is very curious about my business.

19.  Budi is good at counting numbers.

20.  It is amazing.

 

2. (-) Contoh Kalimat Simple Present Tense NEGATIF

Ada 20 contoh kalimat negatif Simple Present Tense. Nah, bisakah kamu mendeteksi mana kalimat berisi kata kerja dan mana yang tidak. Jika kamu mampu menjawabnya, selamat, kamu sudah paham tentang materi Verbal dan NonVerbal.

  1. They don’t go to the beach on Monday.
  2. They do not enjoy a big wave.
  3. We don’t like to swim at the beach.
  4. do not read a novel this month.
  5. You don’t tell a bad experience before sleeping.
  6. Anita doesn’t go to Kusamba Market in the afternoon.
  7. She does not enjoy the crowd in that market.
  8. Harry doesn’t read a newspaper in his office.
  9. This magazine does not tell me how to get a girlfriend.
  10. My dog doesn’t like to sleep after eating.
  11. They are not rude.
  12. My sisters aren’t selfish.
  13. We are not interested in a fairy tale.
  14. am not happy here.
  15. am not excited about this story.
  16. You aren’t eager to learn Science.
  17. She is not lazy and ambitious.
  18. He isn’t curious about my dream.
  19. Budi is not good at speaking Chinese.
  20. It isn’t amazing, but still acceptable.


3. (?) Contoh Kalimat Simple Present Tense INTEROGATIF

Interogatif adalah nama lain dari pertanyaan. Jadi, kita belajar bikin kalimat tanya. Awali dengan kata kerja bantu DO atau DOES untuk kalimat yang ada kata kerjanya. Awali dengan To Be (IS AM ARE) untuk kalimat tanpa kata kerja. Ingat: Diakhiri tanda tanya (?). Berikut ini contoh kalimat Simple Present Tense Interogatif:

  1. Do they go to the beach on weekend?
  2. Do they enjoy a big wave?
  3. Do we like to swim at the beach?
  4. Do I read one book every month?
  5. Do you tell a fairy tale before sleeping?
  6. Does Anita go to Kusamba Market at 5 a.m.?
  7. Does she enjoy the crowd in that market?
  8. Does Harry read a newspaper before working?
  9. Does this magazine tell you how to be creative?
  10. Does your dog like to sleep after eating?
  11. Are they nice and beautiful?
  12. Are your sisters selfish?
  13. Are we interested in the history of this ancient city?
  14. Am I happy here?
  15. Am I excited about this story?
  16. Are you eager to learn English?
  17. Is she lazy and ambitious?
  18. Is he curious about my business?
  19. Is Budi good at speaking Chinese?
  20. Is it amazing?

GURU YANG BERINTEGRITAS

PENGUATAN INTEGRITAS

  • Guru adalah manusia yang terpanggil untuk mengusir kegelapan bagi lingkungan- nya. Sebagai penerang, maka sosok guru sendiri haruslah terang. Dia adalah murid pertama dari kebaikan yang ia ajarkan;
  • Integritas merupakan konsistensi atau kesesuaian antara suara hati nurani sebagai kebenaran, pola pikir untuk hidup benar, tekad yang kuat untuk mewujudkan hidup benar, ucapan yang terungkap, dan perilaku yang ditampilkan;
  • Kunci dari proses penguatan integritas adalah ketika setiap guru memahami, meyakini, dan mengamalkan perilaku berintegritas bagi dirinya dan kemudian menjadi teladan dan inspirasi bagi peserta didik dan lingkungannya;
  • Integritas pada dasarnya sudah ada dalam diri setiap manusia. Tugas guru adalah menguatkan nilai karakter penguat integritas yang ada dalam diri setiap manusia, sehingga makin kokoh.
  • Menjadi pribadi berintegritas memberi manfaat untuk pribadi dan berdampak sosial. Jadi bukan ditujukan untuk memperbaiki di luar diri;
  • Guru memiliki peran sebagai lokomotif dalam perbaikan moral bangsa dengan melakukan penguatan integritas dimulai dari dirinya, dan meluaskan kepada peserta didik dan lingkungannya;
  • Melihat kondisi sekolah saat ini, maka untuk melakukan penguatan integritas perlu upaya yang tidak biasa dengan cara pandang yang berbeda. Guru perlu memiliki keyakinan yang kuat dan kerja keras mewujudkannya;
  • Penguatan integritas adalah hal paling mendasar dalam pendidikan yang mutlak dilakukan oleh seluruh guru, apakah ia guru kelas, guru mata pelajaran, konselor, atau warga sekolah dewasa lainnya.

PRONOUNS



1. Subjective Pronouns are the subjects of a sentence:
    I, YOU, HE, SHE, IT, WE, THEY
    Example of subjective pronouns.
    a. I have three dogs.
        Saya mempunyai tiga ekor anjing.
    b. You like to have many pen pals.
        Kamu suka mempunyai banyak sahabat pena.
    c. He studies in an elementary school.
        Dia belajar di sekolah dasar.
    d. She will get married.
        Dia akan menikah.
    e. We love Indonesia.
        Kami/Kita cinta Indonesia.
    f. They need attention.
        Mereka butuh perhatian.
    g. It barks when it is happy.
        Dia menggonggong ketika dia senang.

2. Objective Pronouns are the objects of a sentence:
    ME, HIM, HER, IT, US, THEM, YOU
    Example of objective pronouns.
    a. I know Caroline. She introduced me to you via e-mail.
        Saya kenal Caroline. Dia memperkenalkan saya kepadamu lewat e-mail.
    b. My brother is an elementary school student. Sometimes I accompany him to go to school.
        Saudara laki-laki saya adalah seorang siswa sekolah dasar. Kadang-kadang saya menemaninya pergi ke sekolah.
    c. My sister is a good student. Her campus gave her scholarship.
        Saudara perempuan saya adalah seorang siswa yang baik. Kampusnya memberikannya beasiswa.
    d. We love animals. Last week our neighbour gave us a funny kitten.
        Kami suka binatang. Minggu lalu tetangga kami memberikan kami seekor anak kucing yang lucu.
    e. They run the family business seriously. customers like them very much.
        Mereka menjalankan bisnis keluarga dengan serius. Pelanggan sangat menyukai mereka.
    f. The fur of the cat is soft. We like to stroke it.
        Bulu kucing itu lembut. Kami suka membelainya.

3. Possessive Adjectives are words that indicate possession. Possessive adjectives are used with nouns.
    MY, YOUR, HER, HIS, OUR, THEIR, ITS
    Example of possessive adjectives.
    a. I have pan pal. My pen pal is very kind.
        Saya mempunyai sahabat pena. Sahabat penaku sangat baik.
    b. You have three dogs. Your dogs need a lot of attention.
        Kamu/kalian mempunyai tiga ekor anjing. Anjing mu/kalian butuh banyak perhatian.
    c. He studies in an elementary school. His school is not far.
        Dia belajar di SD. Sekolahnya tidak jauh.
    d. She loves reading books. Her books are in that cupboard.
        Dia suka membaca buku. Buku-bukunya di lemari itu.
    e. We run the business together. Our business is good.
        Kami menjalankan bisnis bersama. Bisnis kami bagus.
    f. They frequently come here. This park is their favorite place.
        Mereka sering datang kesini. Taman ini adalah tempat favorit mereka.
    g. The kitten is funny. Its tail moves fast when it's happy.
        Anak kucing itu lucu. Ekornya bergerak cepat ketika dia senang.
        

4. Possessive Pronouns also show possession but possessive pronouns are not followed by nouns.
    MINE, YOURS, HIS, HER, OURS, THEIR
    Example of possessive pronouns.
    a. This is my book. This book is mine.
        Ini buku saya. Buku ini milik saya.
    b These are your dogs. These dogs are yours.
        Ini anjing mu. Anjing ini milik mu.
    c. His school is far from here. His is far.
        Sekolahnya jauh dari sini. Sekolahnya jauh.
    d. Her book is interesting. Hers is interesting.
        Bukunya menarik. Bukunya menarik.
    e. Their family business is good. Theirs is good.
        Bisnis keluarga mereka bagus. Bisnis mereka bagus.
    f. Our plan has many alternatives. Ours has many alternatives.
        Rencana kami mempunyai banyak alternatif. Rencana kami mempunyai banyak alternatif.


EXERCISES (choose the right answer in the bracket)
A. Subjective Pronouns:
    1. ___ (Me/I) come to Yogyakarta very month.
    2. ___ (His/He) spends the weekend playing guitar.
    3. ___ (They/Them) told me that they send e-mail to each other.
    4. ___ (We/Ours) plan to visit Thailand next year.
    5. ___ (We/It) can climb Bromo Mountain together on July.

B. Objective Pronouns:
    1. I'm going to introduce ___ (she/her) to one of my pen pals in Malaysia.
    2. Lolita told ___ (we/me) that she wanted to send a birthday gift to her pen pal in Papua.
    3. My friends and I have regular meetings with pen pal seeker group. You can join ___ (it/its) anytime.
    4. He told me that he had many e-pals but he is no longer keep in touch with ___ (theirs/them).
    5. It is obvious that Marina desperately wants to visit Malang very soon. She talked about ___ (them/it) frequently these days.

C. Possessive Adjectives:
    1. I am going to wash ___ hand. (my/me)
    2. Do you like ___ pen pals? (you/your)
    3. ___ hobby is reading the biography of famous people. (He/His)
    4. She is sixteen and ___ school is in Minneapolis. (her/she)
    5. They run their family business themselves because ___ father died last year. (they/their)

D. Possessive Pronouns:
    1. He is very diligent and loves reading. He always brings book in ___ (he/his) bag.
    2. ___ (Mine/My) little brother studies in a state vocational school in my region.
    3. Alice told her pen pal that she admired JK. Rowling and collected ___ (her/his) novels.
    4. My pen pals have the same interest with me, which is about writing. We sometimes send ___ (their/our) piece of writings and I often give comments on ___ (it/theirs).
    5. He told me about his family and I told ___ (my/mine) too. 

    










Mengenal "Super Flu": Mengapa Gejalanya Terasa Lebih Berat?

Istilah "Super Flu" sering muncul di media sosial dan berita belakangan ini. Meskipun ini bukan istilah medis resmi, masyarakat me...